Surat

 

Kutuliskan surat

pada napasmu yang memburu

pada detak jantungmu seolah allegro

juga pada waktu yang melesap di tiap kerlinganmu

 

Kutuliskan surat

pada persepsimu yang meredup

pada tiga puluh menit percakapan yang semoga kaulupakan

juga pada air mata yang kausimpan di satu sisi ruang

 

Kutuliskan surat

padamu yang tenggelam,

melayang,

hilang,

habis

 

lalu kubisikkan kata-kata untuk yang kedua kalinya

jangan lagi jatuh cinta